JENIS-JENIS FOTOGRAFI YANG BISA MENDATANGKAN UANG

Secara umum, fotografer adalah seseorang yang bekerja memberikan jasa fotografi, bisasanya melalui tahapan proses : menawarkan jasa, bertemu klien, mengambil foto, mencetak dan memberikan hasil foto kepada klien kemudian mendapatkan uang dari jasa tesebut. Akan tetapi sekarang ruang lingkup pekerjaan fotografer bukan hanya itu saja.

Dibawah ini kita akan lihat apa saja peluang bisnis yang bisa mendatangkan uang tambahan bagi seorang fotografer :

Foto Komersial

Fotografi komersial adalah jenis fotografi yang paling banyak digeluti fotografer saat ini. Pada jenis ini Anda sebagai fotografer akan dibayar sesuai dengan jasa fotografi yang telah Anda lakukan. Tentu saja sebelumnya sudah ada perjanjian tentang harga yang Anda tawarkan dengan klien. Beberapa contoh fotografi komersial ini adalah : foto pernikahan, foto produk, pas foto dan sebagainya

Bisnis Pengeditan Foto

Pekerjaan ini tergolong cukup menjanjikan. Kenapa? Anda pasti tahu bahwa saat ini sudah banyak orang yang mempunyai kamera digital ataupun kamera HP, namun hanya sedikit diantara mereka yang bisa melakukan pengeditan foto. Pada bisnis ini akan dibayar puluhan bahkan ratusan ribu rupiah untuk mengedit satu buah foto, tergantung tingkat kesulitannya

Studio Cetak Foto

Untuk bisnis yang satu ini memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bagaimana tidak, untuk membeli satu buah mesin cetak profesional saja harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun melihat keuntungan yang akan Anda peroleh nantinya, hal itu tentu akan cepat tertutupi, apalagi jika bisnis ini digabung dengan bisnis fotografi lainnya

Stock Foto

Anda suka memotret iseng? Apapun Anda potret, sehingga Anda mempunyai ratusan bahkan ribuan foto? Anda tahu bahwa foto-foto tersebut bisa Anda jual? Banyak website yang mau menampung dan menjual foto-foto itu untuk Anda seperti iStockfoto, Dreamstime, Shutterstock, 123RF dan masih banya lagi. Foto-foto dari situs tersebut biasanya dibutuhkan oleh para desainer untuk keperluan iklan, brosur, newsletter dan semacamnya. Tentu saja Anda akan mendapatkan bonus yang telah ditetapkan oleh masing-masing website setiap kali ada yang mendownload foto Anda. Namun untuk mengguluti bisnis ini, Anda harus melepas hak cipta terhadap foto Anda, sebab aturan mainnya setiap orang bebas untuk menggunakan foto yang telah Anda upload.


Nah, dengan melihat beberapa peluang bisnis fotografi diatas, bisnis mana yang akan atau sedang Anda jalani saat ini. Dengan memilih hanya satu dari empat pilihan diatas, tentu akan membuat kita bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis fotografi ini. Namun tahukah Anda, jika Anda mempunyai jiwa wirausaha, Anda bisa menjalankan semua bisnis fotografi diatas sekaligus.

Seorang fotografer yang berjiwa wirausaha, tentu akan terus berusaha untuk mengembangkan bisnis fotografinya. Namun akan lebih menonjolkan pencitraan (branding) dan pemasaran (marketing), sedangkan untuk pekerjaan fotografi itu sendiri akan ditangani oleh fotografer lain (karyawan atau freelance). Bisnis fotografi seperti ini jika dikelola dengan baik, akan lebih banyak meraup keuntungan dibandingkan dengan yang hanya mengandalkan satu bisnis fotografi saja.

Menumbuhkan Jiwa Bisnis Fotografi

Ketika kita sudah memutuskan untuk terjun kedunia usaha dan sudah memilih bidang usaha yang akan dijalankan, terkadang dalam pikiran kita masih ada yang ragu dengan kemampuan yang kita miliki, "Apakah bisnis ini memang bisa menguntungkan?", "Apakah saya bisa menjalankan bisnis ini?". Mungkin pertanyyan semacam ini pernah singgah dikepala Anda ketika Anda memutuskan untuk "berganti aliran" ke bisnis fotografi ini.

Namun perlu Anda ketahui, bahwa pada dasarnya setiap diri seseorang itu memiliki peluang yang sama untuk bisa menjadi seorang pelaku usaha. Namun sangat disayangkan tidak banyak orang yang berani untuk mengasah minat dan bakat mereka,sehingga sangat wajar bila sebagian orang telah berhasil dengan bisnis mereka dan sebagian lagi hanya menjadi penonton karena tidak mempunyai keberanian untuk menjalankan usaha, mereka hanya punya rencana dan angan untuk menjadi pelaku bisnis. Ya, rencana dan angan tanpa keberanian untuk memulai. Kalah sebelum bertanding, tentunya Anda tidak mau seperti itu bukan?



Menumbuhkan jiwa bisnis fotografi ada kaitannya dengan cara berpikir atau memiliki mindset bisnis. Cara berpikir bagaimana cara mengolah kemampuan dan modal yang Anda miliki agar bisa berkembang pesat.

Apa yang dimaksud dengan memiliki mindset bisnis?

  1. Memiliki Mindset Bisnis berarti Anda paham bahwa tujuan bisnis adalah untuk menghasilkan uang. Sekalipun awalnya bermula dari hobi memotret, namun dengan memiliki mindset bisnis Anda akan berpikir bagaimana foto-foto yang telah atau akan Anda hasilkan bisa mendatangkan uang tambahan kekantong Anda. Silahkan Klik : Jenis fotografi yang bisa mendatangkan uang
  2. Memliki Mindset Bisnis berarti Anda tahu bagaimana memajukan bisnis fotografi Anda. Singkatnya Anda mempunyai strategi yang kemudian Anda terapkan dalam bisnis fotografi Anda. Strategi bisnis dibangun dari visi bisnis fotografi Anda dan pengamatan terhadap situasi pasar
  3. Memiliki Mindset Bisnis berarti terbuka dengan penghasilan dari banyak sumber. Jangan hanya fokus pada satu jenis bisnis fotografi, "Dalam satu keranjang, jangan letakkan semua telur Anda disana" begitu kira-kira prinsip dasarnya.
  4. Punya Mindset Bisnis berarti Anda harus selalu terhubung dengan bisnis fotografi Anda. Penghubungnya adalah keuntungan atau profit bisnis. Profit dihasilkan kalau Anda mengetahui berapa hasil uang yang didapat, berapa biaya produksi (gaji karyawan, biaya listrik, biaya cetak foto dan sebagainya)
Jika Anda sudah memilki keempat poin diatas, boleh dibilang bahwa Anda sudah siap untuk terjun dalam bisnis fotografi ini. Seorang pelaku bisnis harus punya keyakinan, cita-cita untuk menjadi besar diawali dengan langkah-langkah kecil.

Silahkan klik Menu Teknik Fotografi diatas untuk mengetahui cara pemotretan dan penguasaan kamera.

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Fotografi

Tak dapat dipungkiri, fotografi banyak mengalami perubahan yang cukup signifikan mulai dari era kamera film (analog) sampai pada era kamera digital (DSLR). Pada saat sekarang, karena banyaknya kemudahan yang diberikan oleh kamera digital ini, menjadikan kamera seolah-olah sebagai suatu kebutuhan pokok bagi sebagaian orang. Namun dari segi lain, hal ini juga membuka peluang untuk menjadikan fotografi sebagai bisnis atau sumber pendapatan baru.

Jadi jangan heran, karena fakta diatas mungkin sekarang banyak Anda temui fotografer-fotografer dadakan yang hanya bermodalkan sebuah kamera DSLR sudah berani menawarkan jasa foto layaknya seorang fotografer profesional. Dan jangan heran juga, diantara fotografer dadakan tersebut banyak yang gulung tikar karena minimnya pengetahuan mereka tentang bisnis fotografi ini.

Sebelum memulai bisnis fotografi kita harus paham bahwa fotografi adalah seni, seni membutuhkan kreatifitas, gagasan/ide dan juga imijinasi untuk menghasilkan sebuah karya yang indah. Makna dari kata indah tersebut tentu bukan hanya bisa dinilai oleh pelaku seni (Fotografer), namun juga harus bisa dinikmati orang lain.

Selain harus memiliki "Sience of Art" seperti diatas, hal lain yang dibutuhkan dalam fotografi adalah teknik. Penguasaan teknik pemotretan untuk segala kondisi, bagaimana memanfaatkan peralatan fotografi harus dimiliki oleh seorang fotografer. Jadi, antara seni dan teknik dalam fotografi adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Seni adalah anugrah Tuhan yang sudah ada sejak manusia dilahirkan, sedangkan teknik membutuhkan keuletan dan ketekunan untuk memporelehnya.



Untuk memulai bisnis fotografi, selain berinvestasi pada pengetahuan tentu saja kita juga harus berinvestasi pada alat, yang utama tentu saja kamera. Namun sebagaimana yang telah disebutkan diatas, foto yang bagus itu harus bisa dinikmati semua orang. Dengan hasil karya yang bermutu nama bisnis fotografi Anda akan cepat dikenal orang. Sehingga mau tidak mau perlengkapan penunjang lainnya seperti flash eksternal, softbox dan semacamnya juga harus dimiliki.

Tidak adanya modal awal tidak bisa dijadikan alasan untuk memulai suatu bisnis. Yang terpenting disini adalah keinginan dan keteguhan hati yang kuat untuk terjun kedalam dunia usaha. Jika memang modal Anda sekarang kurang memadai untuk memulai bisnis fotografi ini, bukannya Anda punya keluarga atau teman? hubungi mereka. Atau bisa juga dengan mendatangi tempat rental peralatan fotografi di kota Anda. Asalkan ada niat  dan bersungguh-sungguh, Tuhan pasti memberikan jalan.

Tapi Anda harus ingat, seperti yag telah disebutkan diatas bahwa Anda harus punya jiwa seni dan teknik untuk menjalankan bisnis fotografi ini. Sekarang mari kita lihat, beberapa hal yang perlu Anda persiapkan atau rencanakan sebelum memulai bisnis fotografi :

1. Referensi

Sebelum memulai bisnis fotografi, ada baiknya Anda mengetahui atau belajar dari bisnis fotografi yang sudah ada dilingkungan Anda. Belajarlah dari mereka. Perhatikan dimana letak kelebihan dan kekurangan mereka. Dengan begitu Anda akan memiliki pedoman tentang apa yang harus Anda lakukan nantinya untuk memajukan bisnis fotografi Anda

2. Keterampilan

Hal ini mengacu pada kreatifitas dan inisiatif Anda dalam mengembangkan bisnis fotografi. Terampil disini dapat kita bagi menjadi dua bagian. Pertama, terampil dengan alat dan perlengkapan fotografi. Untuk mewujudkannya dapat dengan membaca buku manual, mengikuti seminar fotografi, bergabung dengan komonitas dan lain sebagainya. Kedua, terampil dalam menjalankan bisnis fotografi. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap besarnya penghasilan yang akan Anda peroleh nantinya. Dengan mengacu pada nomor 1 diatas, rencanakan apa yang harus dilakukan agar bisnis fotografi kita bisa bersaing dengan bisnis fotografi yang sudah ada. Jadikan kelemahan mereka sebagai nilai plus untuk bagi Anda untuk menarik hati konsumen. Tidak tertutup juga kemungkinan jika Anda bisa menciptakan sesuatu yang baru dalam bisnis fotografi Anda

3. Kewaspadaan

Ini berhubungan dengan sikap mental Anda dalam menghadapi resiko-resiko yang akan timbul nantinya. Ada ungkapan mengatakan, "Everithing won't go as smooth as planed". Semua tidak akan berjalan seperti yang telah direncanakan. Itulah resiko. Prediksilah masalah apa saja yang mungkin akan timbul setelah bisnis fotografi Anda berjalan dan tentukan juga langkah-langkah untuk menanggulanginya. Seperti, bagaimana menanggulangi penghasilan yang mungkin kurang mencukupi diawal Anda memulai bisnis ini, bagaimana mengahadapi persaingan yang kurang sehat dari lawan bisnis Anda sampai pada bagaimana mengatasi kebosanan yang pasti akan timbul disaat Anda menjalankan bisnis fotografi ini

4. Pemasaran

Pemasaran adalah bagaimana Anda mengenalkan bisnis fotografi Anda pada khalayak ramai. Dengan pemasaran yang jitu maka bisnis Anda akan cepat berkembang. Contoh pemasaran yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat promosi (iklan, selebaran, sosial media dan semacamnya), menjalin kerjasama dengan pihak lain (Wedding Organizer, pihak sekolah atau kantor untuk pembuatan pas foto dan lain sebagainya), membuat kartu nama dan banyak lagi. Sistem pemasaran haruslah juga dilandasi dengan kualitas fotografi yang memuaskan. Dengan memberikan karya foto terbaik kepada konsumen, secara otomatis Anda sudah membuat promosi handal dalam bisnis fotografi Anda, sebab sampai saat ini promosi dari mulut kemulut masih menjadi poin penting  dalam strategi pemasaran

5. Biaya dan Harga

Terlepas dari modal awal, hitunglah berapa biaya bulanan yang harus Anda keluarkan. Biaya ini mencakup biaya cetak, biaya sewa (jika ada), biaya listrik, beli album, bingkai foto dan sejenisnya. Setelah itu ketahui juga berapa harga jual foto yang berlaku didaerah Anda, seperti biaya pas foto berapa, paket wedding dan lainnya. Dengan begitu Anda akan mempunyai target penghasilan minimal yang harus Anda capai tiap bulannya

Rincian diatas mungkin hanyalah beberapa poin kecil yang harus Anda persiapkan untuk memulai bisnis fotografi. Anda bisa menambahkan beberapa poin lagi untuk memantapkan bisnis fotografi Anda nantinya.

Oke, sekarang kita sudah mengetahui apa-apa yang harus dipersiapkan sebelum memulai bisnis fotografi. Namun sebelum kita bicara tentang teknik fotografi, mungkin ada baiknya kita lihat dulu bagaimana membangun jiwa usaha dalam bisnis fotografi. Untuk itu silahkan Anda klik tautan dibawah ini :

Menumbuhkan jiwa bisnis dalam Fotografi

Atau mungkin Anda juga berminat :
Jenis-jenis Fotografi yang bisa mendatangkan uang

Kenapa Tarif Fotografer Itu Mahal


Anda pasti pernah menyewa jasa seorang fotografer, atau paling tidak Anda pernah melihat brosur harga foto yang ditawarkan seorang fotografer untuk mendokumentasikan sebuah acara/event. Harganya sangat fantastis, bisa ratusan ribu, jutaan bahkan bisa sampai puluhan juta rupiah untuk satu kali event, tergantung paket yang ditawarkan.

Mungkin masalah harga bisa "dinomor-duakan" bagi Anda yang bisa menghargai sebuah karya seni. Namun untuk sebagian orang ada juga yang mempertanyakan,"Kenapa tarif fotografernya mahal amat? Padahal kemaren saya cetak foto ukuran segini cuman beberapa ribu rupiah saja, ini kok harganya bisa 20x lipat"  Hmmm...

Jika kita hanya melihat dari kisaran harga cetak foto, kita pasti juga akan beranggapan seperti pernyataan diatas. Namun dibalik itu semua, tentu sang fotografer mempunyai alasan tersendiri kenapa jasa fotografi mereka memang layak untuk dihargai.

Dibawah ini, saya akan ungkapkan 3 poin dasar kenapa harga fotografer itu tidak  murah. Jika Anda punya pernyataan lainnya untuk ditambahkan, silahkan isi sendiri pada kolom komentar.

1. Alat dan Perlengkapan Fotografi

Coba perhatikan apa saja peralatan yang dipakai seorang fotografer dalam mendokumentasikan sebuah acara. Yang jadi sorotan pertama tentu saja apa yang ada ditangan sang fotografer, kamera plus lensa kemudian ada flash yang bertengger diatas body kamera. Setelah itu, perlengkapan lainnya adalah soft box, triger, tripod, reflektor dan lain sebagainya. Belum lagi komputer, printer, sewa tempat untuk studio dan lain sebagainya.

Kesemua itu tentu  mempunyai umur atau batas waktu dalam pemakaiannya. Sebut saja kamera, pada kamera DSLR ada yang disebut dengan Shutter Count atau jumlah berapa kali kamera telah melakukan pemotretan. Shutter Count tiap kamera memiliki batas maksimal, jika melebihi batasan ini maka kamera tidak akan bisa beroperasi. Untuk biaya perbaikannya bisa mencapai setengah dari harga kamera itu sendiri.

2. Seni dan Kreatifitas

Setiap fotografer dituntut untuk memiliki jiwa seni dan kreatifitas yang tinggi untuk menghasilkan sebuah foto. Settingan kamera, sudut pengambilan, peralatan yang dibutuhkan sampai pada warna cahayapun mereka kuasai. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela menghabiskan uang jutaan rupiah untuk membeli buku dan mengikuti sekolah fotografi agar bisa menghasilkan foto yang lebih maksimal.

3. Waktu dan Tenaga

Jika Anda menyewa jasa fotografer untuk meliput momen penting Anda, maka biasanya fotografer akan datang lebih awal dari waktu yang telah dijanjikan. Kemudian mempelajari kondisi tempat pemotretan, memasang alat, melakukan settingan kamera dan mengambil beberapa jepretan untuk melihat bagaimana hasil foto nantinya. Atau pernahkah Anda tahu, ketika Anda menyewa jasa fotografer untuk melakukan foto prewedding disuatu tempat, maka satu atau dua hari sebelum jadwal yang dijanjikan sang fotografer sudah mengunjungi tempat tersebut. Kenapa? tentu saja agar bisa menghasilkan foto terbaik yang akan diperlihatkan pada klien mereka.

Setelah pemotretan dilakukan, fotografer masih harus duduk didepan komputer untuk melakukan pengeditan, kemudian setelah selesai pergi ke labor untuk melakukan pencetakan. Mungkin bisa dibilang kalau jam standar bekerja yang ditetapkan pemerintah tidak berlaku bagi fotografer :)

Nah, sekarang masuk akalkan? kenapa tarif fotografer itu mahal? Mulai sekarang mari kita coba hargai fotografer lebih baik lagi. Fotografi tidaklah semudah dan semurah yang kita pikirkan dan fotografer adalah orang yang akan mengabadikan momen penting Anda seumur hidup. Satu kalimat pujian dari Anda tentang hasil kerja mereka akan membuat hati mereka berbunga dan hidung mereka mengembang. Coba aja... hehe

Nb. Bagi Anda Fotografer murahan(yang bersaing dengan harga murah), saya cuma mau mendo'akan semoga Anda cepat sadar karena sudah menjatuhkan harga nama seorang Fotografer. 

REFINE EDGE DAN PENGATURANNYA

Refine Edge adalah pengaturan lanjutan yang disediakan Photoshop untuk mengatur atau menyempurnakan hasil seleksi yang telah dibuat sebelumnya dengan Selection Tool (Magic Wand Tool, Lasso Tool dan sejenisnya). Refine Edge ini akan terasa sangat membantu ketika kita menyeleksi objek yang cukup detail pada sebuah foto, seperti menyeleksi helaian rambut, bulu dan sebagainya.

Dengan Refine edge ini kita dapat mengatur tingkat kontras, kehalusan tepian seleksi, mengurangi atau menambah ukuran seleksi dan kita juga bisa menentukan output dari pengaturan yang telah dibuat, apakah berbentuk masking atau tetap dalam bentuk garis-garis seleksi.

Untuk mengaktifkannya dapat dilakukan dengan klik kanan pada daerah seleksi kemudian pilih Refine Edge. Setelah itu Anda akan dibawa pada jendela baru seperti pada gambar berikut :


  • View Mode. Anda dapat memilih tampilan yang diinginkan untuk memudahkan Anda dalam bekerja. Terdapat beberapa pilihan pada view mode ini, Marching Ants (memperlihatkan garis-garis seleksi), Overlay (tampilan diluar seleksi akan di overlay), On black (tampilan diluar seleksi berwarna hitam), On white (tampilan diluar seleksi akan berwarna putih), Black&White (Tampilan akan terdiri dari 2 warna, hitam dan putih), On layer (hanya hasil seleksi yang terlihat) dan Reveal layer (hasil yang ditampilkan adalah hasil seleksi dan layer aktif)

  • Show Radius. Ini akan menampilkan batas-batas seleksi yang telah dikerjakan dengan refine edge

  • Show Original. Menampilkan seleksi asli yang telah dibuat sebelumnya

  • Smart Radius. Dengan mengaktifkan fitur ini maka Photoshop akan bekerja secara otomatis untuk menentukan area tepi seleksi yang "menurutnya" paling baik. Jika Anda melakukan seleksi pada tepian yang beragam, seperti pada seleksi ganti background dan rambut sekaligus, maka fitur ini mungkin akan sangat membantu. Namun jika Anda hanya melakukan seleksi pada satu bagian tertentu saja, mungkin fitur ini kurang bisa diandalkan. Tentu saja itu semua kembali pada Anda. Silahkan Anda lihat perbedaannya pada foto Anda sambil memainkan slider radius yang ada dibawah fitur ini

  • Radius. Untuk menentukan luas area seleksi yang ingin Anda perbaiki. Dengan menggeser slider ke kanan maka akan meningkatkan area seleksi dengan transisi yang lembut atau dengan banyak detail. Fitur ini dihitung dalam pixel. Misalkan radius diberi nilai 15 px, maka Photoshop akan mengambil detail gambar pada sekeliling seleksi yang telah dibuat sebelumnya sebanyak 15 pixel. Detail gambar yang diambil tersebut juga dipengaruhi oleh nilai Adjust Edge yang berada dibawahnya

  • Smooth. Digunakan untuk memperhalus tepian seleksi. Bisa juga dikatakan fitur ini adalah untuk memperhalus garis seleksi dengan sudut yang tajam. Sebagai contoh, jika seleksi Anda berupa persegi maka dengan menggeser slider Smooth maka keempat sudut pada hasil seleksi akan dibuat melingkar

  • Feather. Berfungsi untuk memberi efek blur pada tepian foto yang diseleksi. Dengan adanya efek blur ini maka akan memberikan efek soft pada tepian gambar yang telah diseleksi. Namun Anda juga harus berhati-hati dalam memberikan nilai feather ini, pemberian angka yang besar bisa menghilangkan detail pada tepian foto Anda (tergantung resolusi dan ukuran foto)

  • Contrast. Fitur ini akan mengurangi sedikit dari seleksi yang Anda buat sehingga akan mendapatkan efek yang tajam

  • Shift Edge. Untuk menambah atau mengurangi ukuran seleksi Anda. Pemberian sedikit nilai negatif akan sangat efektif untuk mengurangi warna latar belakang yang tidak diinginkan pada tepian seleksi

  • Decontaminate Colors. Dengan mengaktifkan fitur ini, maka warna yang berada pada tepian seleksi bagian luar (yang tidak diseleksi) akan berubah sesuai dengan warna tepian seleksi bagian dalam (yang telah diseleksi). Biasanya karena perubahan angka-angka pada Adjust Edge (Smooth, feather dan Contrast), akan berdampak pada tepian area yang tidak diseleksi. Maka dengan fitur ini bagian yang tidak diinginkan tesebut bisa dihilangkan. Akan sangat membantu untuk seleksi penggantian background foto. Dengan aktifnya fitur ini pilihan pada Output to juga akan berubah ke New Layer

  • Amount. Berfungsi untuk mengatur tingkat Decontaminate Colors

  • Output to. Silahkan pilih output yang Anda inginkan, apakah ingin berbentuk seleksi (selection), layer mask, memindahkannya kedalam layer baru (New layer) dan sebagainya

  • Refine Radius Tool. Cara kerjanya adalah dengan menyapukan Brush ke tepian seleksi, sehingga akan menampakkan atau menambah detail pada tepian seleksi. Ukuran brush dapat di atur di sudut kiri atas (option bar)

  • Erase Refinements Tool. Untuk mengaktifkannya klik kanan pada refine radius tool. Fungsinya adalah untuk menghapus refine radius yang telah dibuat

CARA MEMBUAT FOTO HITAM PUTIH (BW)

Merubah foto warna menjadi hitam putih


Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat foto hitam putih di Photoshop. Bisa dengan cara convert langsung ke grayscale ataupun dengan membuat sebuah layer baru, kemudian mengubahnya menjadi hitam putih.

Dibawah ini, kita akan bahas beberapa cara yang paling umum dilakukan untuk mengubah foto warna menjadi hitam putih dengan Photoshop :

1. Dengan Convert langsung ke Grayscale


Image> Mode> Grayscale


Dengan convert langsung ke grayscale ini maka semua layer yang terdapat pada palette layer akan ikut atau berubah jadi hitam putih.

2. Desaturate


Image> Adjustments> Desaturate


Hampir sama dengan grayscale diatas, hanya saja dengan desaturate ini maka hanya layer aktif yang akan berubah menjadi hitam putih

3. Menggunakan Hue/Saturation

Image> Adjustments> Hue/Saturation, kemudian ubah nilai saturation menjadi  -100


Saturation adalah tingkat kepekatan warna pada foto. Jadi geser slider ke angka  -100 untuk merubah foto Anda menjadi hitam putih

4. Menggunakan Black & White

Image> Adjustments> Black & White


Dengan metode ini, Anda bisa menaikkan tingkat kecerahan suatu warna pada foto

5. Gradient Map

Tekan D pada keyboard> Image> Adjustments> Gradient Map


Dengan Gradient Map ini maka nilai gelap dan terang pada foto akan dipertahankan. Daerah yang gelap menjadi hitam atau abu-abu pekat dan daerah yang lebih cerah akan menjadi abu-abu atau putih. Mode Gradient Map ini sering digunakan untuk merubah pas foto warna menjadi pas foto hitam putih


Oke, saya kira itulah beberapa cara yang paling banyak dilakukan untuk merubah sebuah foto warna menjadi foto hitam putih. Semoga Bermanfaat...



CARA MENGGANTI ATAU MENGUBAH UKURAN PAS FOTO PALING MUDAH

Untuk merubah ukuran pas foto, caranya sangat-sangatlah mudah. Misalkan ukuran pas foto 3 x 4 akan diubah menjadi ukuran 2 x 3 atau 4 x 6 dan sebaliknya. Kita hanya akan butuh waktu lebih kurang 5 detik untuk mengerjakannya.

Namun sebelumnya, pastikan dulu bahwa ukuran pas foto yang akan dikerjakan sudah memiliki ukuran standar pas foto (cek dulu disini dan disini). Oke, jika sudah silahkan aktifkan photoshop anda dan buka pas foto yang dikerjakan

1. Klik kanan pada jendela foto, dan pilh Image Size


 2. Ganti nilai pada kolom Height pixels kemudian OK

*  Contoh gambar diatas untuk ukuran 4 x 6
*  Untuk ukuran lainnya dapat anda lihat dibawah postingan

3. Done !! Ukuran pas foto berhasil diubah

 Nilai Height pixel untuk pas foto :
  • Pas Foto Ukuran 3 x 4  :  449  pixels
  • Pas Foto Ukuran 2 x 3  :  331  pixels
  • Pas Foto Ukuran 4 x 6  :  626  pixels


Baca Juga :

CARA MENCETAK PAS FOTO DENGAN KERTAS UKURAN 4R

Untuk mencetak sebuah foto, jika anda melakukan pencetakan di labor cetak maka biasanya ukuran kertas minimal yang digunakan adalah 3R (89 x 127 in) atau ukuran kertas A4 jika anda melakukan pencetakan sendiri (printer rumah/kantor). Untuk itu, setelah foto di croping, kita perlu memindahkannya ke dalam ukuran kertas yang akan digunakan untuk mencetak.

Caranya cukup gampang, disini kita akan mengandalkan kegunaan dari move tool pada photoshop untuk mengerjakannya (tutorial Move tool lihat  disini). Oke, kita langsung saja. Namun sebelumnya pastikan foto anda sudah di Croping terlebih dahulu:

1. Buka foto yang akan dicetak dengan photoshop
2. Klik File_New (Ctrl_N) dan masukkan ukuran kertas. Resolusi pada angka 300 pixel/inch

Ukuran 4R
 

Ukuran letter

    Setelah itu klik OK. Maka akan muncul seperti ini :


 3. Selanjutnya aktifkan Move Tool dan pindahkan foto ke kertas ukuran


 4. Atur tata letak foto pada kertas ukuran :
  • Untuk memutar foto : Klik kiri pada sudut foto, kemudian klik kanan dan pilih Rotate 90 CW atau 90 CCW
  • Untuk Menggandakan Layer/Foto : Klik Layers_New_Layer via copy (Ctrl_J). Kemudian geser dengan Move tool atau tanda panah keyboard

Setelah selesai, klik Layers_Flatten Image dan silahkan cetak foto anda atau Save as bagi anda       yang akan mencetak di labor cetak foto

Contoh ukuran 4R


 Contoh ukuran kertas letter

Bahasan diatas adalah salah satu contoh cara memasukkan pas foto ukuran 3 x 4 kedalam kertas ukuran 4R dan kertas ukuran letter. Anda juga dapat menggunakan langkah-langkah diatas untuk ukuran foto atau kertas lainnya..

Oke, Semoga Bermanfaat...



Baca Juga :