GANTI BACKGROUND FOTO DENGAN TEKNIK MASKING DI PHOTOSHOP

Ada banyak cara yang ditawarkan Photoshop untuk mengganti background foto, salah satunya adalah dengan teknik masking. Teknik ini akan cocok jika background foto yang ingin Anda hapus memiliki warna yang beragam, objek foto lebih dari 3 orang (foto group), warna antara objek dan background yang hampir sama dan semacamnya.



Mari kita mulai :

  • Buka foto yang akan dikerjakan

  • Duplikat layer (CTRL_J), setelah itu buat layer baru dan isi dengan warna yang berlawanan dengan warna foto. Posisikan layer baru ini dibawah layer duplikat (Layer 1), sehingga tampilan pada Palette Layer akan tampak seperti ini

  • Pada layer 1 aktif, klik ikon Add Layer Mask. Perhatikan Palette Tool, pastikan Set Foreground Color berwarna hitam dan Set Background Color berwarna putih. Lihat gambar :
  • Sekarang aktifkan Brush Tool. Lakukan pengaturan : Size 9 px, Hardness 60% (sesuaikan dengan foto Anda), Mode Normal, Opacity 100% dan Flow 100%. Pastikan bahwa layer yang aktif adalah layer masking

  • Perbesar/Zoom (CTRL_+) foto Anda agar batas antara background yang ingin dibuang dengan objek foto terlihat jelas. Setelah itu sapukan brush mengikuti tepian objek.
  • Lakukan langkah diatas pada seluruh tepian objek. Untuk bagian detail rambut akan kita lakukan setelah beberapa langkah berikutnya. Yang harus diperhatikan adalah garis/brushing tidak boleh ada yang putus, sebab ini akan berpengaruh pada berhasil atau tidaknya teknik masking ini.
  • Langkah selanjutnya adalah tekan tombol backslash ( \ ) pada keyboard. Kemudian pilih Magic Wand Tool (W) dan klik pada objek foto, sehingga objek akan terseleksi. Jika bagian background foto ikut terseleksi, berarti garis brushing ada yang terputus. Silahkan Anda periksa lagi
  • Tekan SHIFT_CTRL_i yang akan membalikkan bidang seleksi sehingga bagian yang terseleksi sekarang adalah bagian background foto. Dengan warna hitam pada foreground, tekan tombol ALT_DELETE. Ini akan menghapus bagian terseleksi (background foto)
  • Tekan lagi tombol backslash ( \ ) kemudian hilangkan garis seleksi dengan tombol CTRL_D

    Selanjutnya kita akan seleksi bagian rambut. Bagi Anda pengguna Photoshop cs3 silahkan lihat caranya pada postingan saya tentang cara seleksi rambut dan lakukan duplikat layer pada layer background. Sedangkan untuk pengguna cs4 keatas dapat dilakukan dengan cara dibawah ini

  • Aktifkan dan klik kanan pada layer masking kemudian pilih Refine Mask
  • Atur ukuran brush dan sapukan pada bagian rambut.

    Lihat lagi tutorial refine edge dan pengaturannya untuk hasil yang lebih maksimal.
  • Setelah selesai hasilnya akan terlihat seperti gambar dibawah
  • Selanjutnya kita masukkan background baru. Klik Menu_File_Place, kemudian pilih background yang diinginkan dan tekan Place. Setelah gambar terbuka tekan ENTER
  • Letakkan layer background baru tepat dibawah layer masking. Atur posisi dan ukuran background yang baru ini dengan Move tool.
  • Terakhir, silahkan save kerja Anda
Beberapa tips dibawah ini mungkin berguna untuk memaksimalkan kerja Anda dalam mengganti background foto dengan teknik masking di Photoshop :

  1. Pada saat brushing (langkah ke-5), kombinasikan dengan menekan tombol SHIFT pada keyboard untuk mendapatkan tepian objek yang lurus
  2. Perhatikan Palette tool. Anda dapat mengembalikan bagian yang telah di masking dengan membalikkan warna Foreground menjadi putih dan warna hitam pada Background. Untuk melakukannya tekan tombol X pada keyboard. Ini akan sangat berguna untuk masking sudut pada tepian objek
  3. Hand Tool (Spasi) akan sangat berguna pada saat melakukan brushing
  4. Pastikan bahwa tombol CAPS LOCK di keyboard tidak aktif. Jika tombol ini diaktifkan maka bentuk brush akan berubah jadi tanda plus dengan titik ditengah dan ini akan menyulitkan untuk melakukan brushing. Jadi matikan tombol CAPS LOCK
Semoga bermanfaat,

Cara Cepat Menghapus dan Mengganti Background dengan Eraser Tool di Photoshop

Photoshop menyediakan banyak tool untuk memudahkan kita dalam bekerja. Setiap tool memiliki nama sesuai dengan fungsinya. Ada Move tool untuk memindahkan, selection tool untuk menyeleksi, dan juga ada eraser tool yang berfungsi untuk menghapus. Untuk artikel kali ini Barajafoto akan fokus pada cara kerja Eraser Tool dan bagaimana mengganti background dengan menggunakan eraser tool ini.

Sebelum kita mulai, ada hal yang perlu diingat bahwa bagian yang telah terhapus menggunakan Eraser tool ini tidak bisa dikembalikan kecuali dengan perintah CTRL_Z (Undo) atau dengan mengembalikan langkah kerja yang tersimpan di palette history (Window_History). Itu artinya jika Anda tidak mempunyai riwayat di palette history tersebut, bagian yang terhapus akan hilang secara permanen dan Anda mungkin harus mengulang semua langkah dari awal.

Namun Anda tidak usah cemas dengan kata "terhapus permanen". Jika Anda menyadari ada bagian penting yang ikut terhapus, Anda tinggal tekan CTRL_Z atau dapat juga menggunakan History Brush tool, syaratnya langkah kerja penghapusan masih tersimpan di Window_History. Sederhana bukan?

Oke, sekarang mari kita lihat gambar dibawah ini :
Cara kerja eraser tool pada photoshop
Eraser Tool Photoshop

Seperti yang terlihat pada gambar, jika kita klik kanan pada eraser tool maka akan tampak 3 buah tool penghapus yaitu Eraser Tool, Background Eraser Tool dan Magic Eraser Tool. Ketiganya mempunyai cara kerja yang berbeda, mari kita bahas satu persatu

1. Eraser Tool
Bisa dibilang ini adalah penghapus utama/penghapus dasar. Tampilan kursor dan cara kerjanya mirip dengan brush tool, hanya saja ini berfungsi untuk menghapus bagian pada layer. Anda bisa mengubah mode kursor dari brush ke mode pencil atau block, mengubah ukuran dan hardness brush serta menentukan angka opacity dan flow untuk mengatur tingkat kedalaman eraser tool.

Disebelah kiri atas Anda bisa lihat "Erase to History" yang apabila diaktifkan akan berfungsi untuk mengembalikan bagian yang telah terhapus, kira-kira fungsinya sama dengan History Brush tool

2. Background Eraser Tool
Pertama kali melihat tool ini, saya beranggapan bahwa ini bisa digunakan untuk menghapus background foto. Ternyata saya salah. Photoshop tidak mengetahui mana yang dianggap sebagai background dan mana yang objek utama. Tool ini bekerja berdasarkan karakter warna yang ada pada foto.

Jika background eraser tool ini sudah diaktifkan, Anda akan lihat kursor bulat dengan tanda plus ditengah. Tanda plus ini berfungsi untuk memilih karakter warna apa yang akan dihapus. Jika kursor disapukan ke bagian foto, Photoshop akan menghapus bagian pada foto yang sesuai dengan warna yang berada tepat dibawah tanda plus. Selain itu besarnya bulatan kursor juga mempengaruhi bagian yang akan dihapus tergantung pada nilai toleransi yang ditentukan.

Apabila tool ini digunakan untuk menghapus background sesuai namanya, mungkin hanya akan cocok untuk menghapus background dengan warna seragam sedangkan untuk background dengan warna komplit atau beragam, walaupun bisa namun membutuhkan ketelitian dan kesabaran untuk mengerjakannya.

3. Magic Eraser Tool
Tool penghapus yang satu ini juga mengenali bagian yang akan dihapus berdasarkan warna yang di klik. Anda tidak perlu menyapukan kursor seperti pada nomor 2 diatas tapi cukup dengan melakukan klik pada daerah yang ingin dihapus. Cara kerjanya hampir sama dengan Magic Wand Tool yang telah kita bahas sebelumnya, hanya saja bagian yang diklik pada Magic Eraser Tool ini akan langsung terhapus.

BAGAIMANA MENGGANTI BACKGROUND DENGAN ERASER TOOL

Untuk menghapus dan mengganti background dengan eraser tool kita akan coba dengan menggunakan foto dibawah ini. Mari kita mulai...


cara ganti background dengan photoshop
Sumber foto : Pixabay
Kita akan menghapus langit biru dan menyisakan daun yang kehijauan. Terlihat perbedaan warna yang mencolok antara keduanya. Sekarang mari kita buka dengan Photoshop :
ganti background photoshop
Ganti background dengan Eraser Tool


  • Pertama kita gandakan layer dengan menekan CTRL_J. Sehingga akan ada satu layer tambahan dengan nama Layer 1 yang persis sama dengan layer background
    Duplikat layer photoshop
    Gandakan Layer
  • Setelah itu buat layer baru (Layer 2) dengan menekan ikon Create new layer. Layer baru ini berfungsi sebagai layer pembantu untuk memudahkan kita melihat nantinya bagian mana yang telah dihapus.
  • Isi layer baru dengan warna yang berlawanan dengan warna foto, untuk contoh foto diatas saya menggunakan warna pink. Pilih dulu warna foreground di palette Swatches (Window_Swatches), kemudian tekan Alt_Delete

  • Posisikan layer baru ini (Layer 2) tepat dibawah Layer 1. Dapat di lakukan dengan menekan tombol CTRL_[, atau langsung drag layer 2 ke bawah layer 1

Untuk langkah selanjutnya kita akan mulai menghapus bagian langit tanpa menghilangkan bagian daun. Seperti yang telah dijelaskan, ada tiga komponen yang terbagi pada eraser tool ini. Untuk contoh foto diatas, jika kita gunakan eraser utama (eraser tool) untuk menghapus bagian langit maka akan membutuhkan waktu. Lihat contoh :
cara menghapus background
Menghapus background dengan eraser tool

Untuk itu, disini kita gunakan Background Eraser tool. Bagaimana dengan Magic Eraser Tool? Jika dengan Magic Eraser Tool maka hasilnya masih menyisakan warna langit biru di pinggiran daun.

Mari kita lanjutkan :

  • Pastikan Layer 1 Aktif (Klik pada layer 1)
  • Aktifkan Background Eraser Tool (Klik kanan Eraser Tool)
  • Sapukan Mouse pada bagian background. Atur ukuran eraser dengan menekan tombol ] dan [ pada keyboard. Mungkin Anda perlu melakukan beberapa sapuan untuk mendapatkan hasil yang sempurna

  • Perlu di ingat bahwa tool ini akan menghapus bagian foto sesuai dengan warna yang berada dibawah tanda plus. Itu berarti jika tanda plus ini mengenai objek (dalam contoh foto adalah daun), maka bagian objek itu juga akan ikut terhapus. Untuk itu kita perlu melakukan pengaturan pada Option Bar. Sampling:Once, Photoshop hanya akan menghapus warna pertama yang diklik dibawah tanda plus dan mengabaikan warna lainnya. Discontiguous, Photoshop akan menghapus bagian warna yang dipilih berdasarkan ukuran lingkaran yang ditentukan. Atur juga nilai tolerance untuk membersihkan area dipinggiran objek/daun
  • Hasilnya akan jadi seperti ini

  • Setelah background dihapus, kita dapat memasukkan background baru dan meletakkannya dibawah layer 1

Untuk menghapus dan mengganti background dengan Eraser Tool di Photoshop ini warna antara objek utama dengan background foto haruslah kontras atau berlawanan, dan juga background foto tidak memiliki banyak warna. Lihat foto dibawah ini :

Bisa dilihat warna antara baju model dengan background terlihat hampir sama. Hal ini backgroundnya akan sulit dihapus dengan Eraser Tool. Kita akan bahas hal ini pada postingan berikutnya tentang  Cara Ganti Background Dengan Teknik Masking

Semoga bermanfaat,

JENIS-JENIS FOTOGRAFI YANG BISA MENDATANGKAN UANG

Secara umum, fotografer adalah seseorang yang bekerja memberikan jasa fotografi, bisasanya melalui tahapan proses : menawarkan jasa, bertemu klien, mengambil foto, mencetak dan memberikan hasil foto kepada klien kemudian mendapatkan uang dari jasa tesebut. Akan tetapi sekarang ruang lingkup pekerjaan fotografer bukan hanya itu saja.

Dibawah ini kita akan lihat apa saja peluang bisnis yang bisa mendatangkan uang tambahan bagi seorang fotografer :

Foto Komersial

Fotografi komersial adalah jenis fotografi yang paling banyak digeluti fotografer saat ini. Pada jenis ini Anda sebagai fotografer akan dibayar sesuai dengan jasa fotografi yang telah Anda lakukan. Tentu saja sebelumnya sudah ada perjanjian tentang harga yang Anda tawarkan dengan klien. Beberapa contoh fotografi komersial ini adalah : foto pernikahan, foto produk, pas foto dan sebagainya

Bisnis Pengeditan Foto

Pekerjaan ini tergolong cukup menjanjikan. Kenapa? Anda pasti tahu bahwa saat ini sudah banyak orang yang mempunyai kamera digital ataupun kamera HP, namun hanya sedikit diantara mereka yang bisa melakukan pengeditan foto. Pada bisnis ini akan dibayar puluhan bahkan ratusan ribu rupiah untuk mengedit satu buah foto, tergantung tingkat kesulitannya

Studio Cetak Foto

Untuk bisnis yang satu ini memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bagaimana tidak, untuk membeli satu buah mesin cetak profesional saja harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun melihat keuntungan yang akan Anda peroleh nantinya, hal itu tentu akan cepat tertutupi, apalagi jika bisnis ini digabung dengan bisnis fotografi lainnya

Stock Foto

Anda suka memotret iseng? Apapun Anda potret, sehingga Anda mempunyai ratusan bahkan ribuan foto? Anda tahu bahwa foto-foto tersebut bisa Anda jual? Banyak website yang mau menampung dan menjual foto-foto itu untuk Anda seperti iStockfoto, Dreamstime, Shutterstock, 123RF dan masih banya lagi. Foto-foto dari situs tersebut biasanya dibutuhkan oleh para desainer untuk keperluan iklan, brosur, newsletter dan semacamnya. Tentu saja Anda akan mendapatkan bonus yang telah ditetapkan oleh masing-masing website setiap kali ada yang mendownload foto Anda. Namun untuk mengguluti bisnis ini, Anda harus melepas hak cipta terhadap foto Anda, sebab aturan mainnya setiap orang bebas untuk menggunakan foto yang telah Anda upload.


Nah, dengan melihat beberapa peluang bisnis fotografi diatas, bisnis mana yang akan atau sedang Anda jalani saat ini. Dengan memilih hanya satu dari empat pilihan diatas, tentu akan membuat kita bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis fotografi ini. Namun tahukah Anda, jika Anda mempunyai jiwa wirausaha, Anda bisa menjalankan semua bisnis fotografi diatas sekaligus.

Seorang fotografer yang berjiwa wirausaha, tentu akan terus berusaha untuk mengembangkan bisnis fotografinya. Namun akan lebih menonjolkan pencitraan (branding) dan pemasaran (marketing), sedangkan untuk pekerjaan fotografi itu sendiri akan ditangani oleh fotografer lain (karyawan atau freelance). Bisnis fotografi seperti ini jika dikelola dengan baik, akan lebih banyak meraup keuntungan dibandingkan dengan yang hanya mengandalkan satu bisnis fotografi saja.

Menumbuhkan Jiwa Bisnis Fotografi

Ketika kita sudah memutuskan untuk terjun kedunia usaha dan sudah memilih bidang usaha yang akan dijalankan, terkadang dalam pikiran kita masih ada yang ragu dengan kemampuan yang kita miliki, "Apakah bisnis ini memang bisa menguntungkan?", "Apakah saya bisa menjalankan bisnis ini?". Mungkin pertanyyan semacam ini pernah singgah dikepala Anda ketika Anda memutuskan untuk "berganti aliran" ke bisnis fotografi ini.

Namun perlu Anda ketahui, bahwa pada dasarnya setiap diri seseorang itu memiliki peluang yang sama untuk bisa menjadi seorang pelaku usaha. Namun sangat disayangkan tidak banyak orang yang berani untuk mengasah minat dan bakat mereka,sehingga sangat wajar bila sebagian orang telah berhasil dengan bisnis mereka dan sebagian lagi hanya menjadi penonton karena tidak mempunyai keberanian untuk menjalankan usaha, mereka hanya punya rencana dan angan untuk menjadi pelaku bisnis. Ya, rencana dan angan tanpa keberanian untuk memulai. Kalah sebelum bertanding, tentunya Anda tidak mau seperti itu bukan?



Menumbuhkan jiwa bisnis fotografi ada kaitannya dengan cara berpikir atau memiliki mindset bisnis. Cara berpikir bagaimana cara mengolah kemampuan dan modal yang Anda miliki agar bisa berkembang pesat.

Apa yang dimaksud dengan memiliki mindset bisnis?

  1. Memiliki Mindset Bisnis berarti Anda paham bahwa tujuan bisnis adalah untuk menghasilkan uang. Sekalipun awalnya bermula dari hobi memotret, namun dengan memiliki mindset bisnis Anda akan berpikir bagaimana foto-foto yang telah atau akan Anda hasilkan bisa mendatangkan uang tambahan kekantong Anda. Silahkan Klik : Jenis fotografi yang bisa mendatangkan uang
  2. Memliki Mindset Bisnis berarti Anda tahu bagaimana memajukan bisnis fotografi Anda. Singkatnya Anda mempunyai strategi yang kemudian Anda terapkan dalam bisnis fotografi Anda. Strategi bisnis dibangun dari visi bisnis fotografi Anda dan pengamatan terhadap situasi pasar
  3. Memiliki Mindset Bisnis berarti terbuka dengan penghasilan dari banyak sumber. Jangan hanya fokus pada satu jenis bisnis fotografi, "Dalam satu keranjang, jangan letakkan semua telur Anda disana" begitu kira-kira prinsip dasarnya.
  4. Punya Mindset Bisnis berarti Anda harus selalu terhubung dengan bisnis fotografi Anda. Penghubungnya adalah keuntungan atau profit bisnis. Profit dihasilkan kalau Anda mengetahui berapa hasil uang yang didapat, berapa biaya produksi (gaji karyawan, biaya listrik, biaya cetak foto dan sebagainya)
Jika Anda sudah memilki keempat poin diatas, boleh dibilang bahwa Anda sudah siap untuk terjun dalam bisnis fotografi ini. Seorang pelaku bisnis harus punya keyakinan, cita-cita untuk menjadi besar diawali dengan langkah-langkah kecil.

Silahkan klik Menu Teknik Fotografi diatas untuk mengetahui cara pemotretan dan penguasaan kamera.

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Fotografi

Tak dapat dipungkiri, fotografi banyak mengalami perubahan yang cukup signifikan mulai dari era kamera film (analog) sampai pada era kamera digital (DSLR). Pada saat sekarang, karena banyaknya kemudahan yang diberikan oleh kamera digital ini, menjadikan kamera seolah-olah sebagai suatu kebutuhan pokok bagi sebagaian orang. Namun dari segi lain, hal ini juga membuka peluang untuk menjadikan fotografi sebagai bisnis atau sumber pendapatan baru.

Jadi jangan heran, karena fakta diatas mungkin sekarang banyak Anda temui fotografer-fotografer dadakan yang hanya bermodalkan sebuah kamera DSLR sudah berani menawarkan jasa foto layaknya seorang fotografer profesional. Dan jangan heran juga, diantara fotografer dadakan tersebut banyak yang gulung tikar karena minimnya pengetahuan mereka tentang bisnis fotografi ini.

Sebelum memulai bisnis fotografi kita harus paham bahwa fotografi adalah seni, seni membutuhkan kreatifitas, gagasan/ide dan juga imijinasi untuk menghasilkan sebuah karya yang indah. Makna dari kata indah tersebut tentu bukan hanya bisa dinilai oleh pelaku seni (Fotografer), namun juga harus bisa dinikmati orang lain.

Selain harus memiliki "Sience of Art" seperti diatas, hal lain yang dibutuhkan dalam fotografi adalah teknik. Penguasaan teknik pemotretan untuk segala kondisi, bagaimana memanfaatkan peralatan fotografi harus dimiliki oleh seorang fotografer. Jadi, antara seni dan teknik dalam fotografi adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Seni adalah anugrah Tuhan yang sudah ada sejak manusia dilahirkan, sedangkan teknik membutuhkan keuletan dan ketekunan untuk memporelehnya.



Untuk memulai bisnis fotografi, selain berinvestasi pada pengetahuan tentu saja kita juga harus berinvestasi pada alat, yang utama tentu saja kamera. Namun sebagaimana yang telah disebutkan diatas, foto yang bagus itu harus bisa dinikmati semua orang. Dengan hasil karya yang bermutu nama bisnis fotografi Anda akan cepat dikenal orang. Sehingga mau tidak mau perlengkapan penunjang lainnya seperti flash eksternal, softbox dan semacamnya juga harus dimiliki.

Tidak adanya modal awal tidak bisa dijadikan alasan untuk memulai suatu bisnis. Yang terpenting disini adalah keinginan dan keteguhan hati yang kuat untuk terjun kedalam dunia usaha. Jika memang modal Anda sekarang kurang memadai untuk memulai bisnis fotografi ini, bukannya Anda punya keluarga atau teman? hubungi mereka. Atau bisa juga dengan mendatangi tempat rental peralatan fotografi di kota Anda. Asalkan ada niat  dan bersungguh-sungguh, Tuhan pasti memberikan jalan.

Tapi Anda harus ingat, seperti yag telah disebutkan diatas bahwa Anda harus punya jiwa seni dan teknik untuk menjalankan bisnis fotografi ini. Sekarang mari kita lihat, beberapa hal yang perlu Anda persiapkan atau rencanakan sebelum memulai bisnis fotografi :

1. Referensi

Sebelum memulai bisnis fotografi, ada baiknya Anda mengetahui atau belajar dari bisnis fotografi yang sudah ada dilingkungan Anda. Belajarlah dari mereka. Perhatikan dimana letak kelebihan dan kekurangan mereka. Dengan begitu Anda akan memiliki pedoman tentang apa yang harus Anda lakukan nantinya untuk memajukan bisnis fotografi Anda

2. Keterampilan

Hal ini mengacu pada kreatifitas dan inisiatif Anda dalam mengembangkan bisnis fotografi. Terampil disini dapat kita bagi menjadi dua bagian. Pertama, terampil dengan alat dan perlengkapan fotografi. Untuk mewujudkannya dapat dengan membaca buku manual, mengikuti seminar fotografi, bergabung dengan komonitas dan lain sebagainya. Kedua, terampil dalam menjalankan bisnis fotografi. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap besarnya penghasilan yang akan Anda peroleh nantinya. Dengan mengacu pada nomor 1 diatas, rencanakan apa yang harus dilakukan agar bisnis fotografi kita bisa bersaing dengan bisnis fotografi yang sudah ada. Jadikan kelemahan mereka sebagai nilai plus untuk bagi Anda untuk menarik hati konsumen. Tidak tertutup juga kemungkinan jika Anda bisa menciptakan sesuatu yang baru dalam bisnis fotografi Anda

3. Kewaspadaan

Ini berhubungan dengan sikap mental Anda dalam menghadapi resiko-resiko yang akan timbul nantinya. Ada ungkapan mengatakan, "Everithing won't go as smooth as planed". Semua tidak akan berjalan seperti yang telah direncanakan. Itulah resiko. Prediksilah masalah apa saja yang mungkin akan timbul setelah bisnis fotografi Anda berjalan dan tentukan juga langkah-langkah untuk menanggulanginya. Seperti, bagaimana menanggulangi penghasilan yang mungkin kurang mencukupi diawal Anda memulai bisnis ini, bagaimana mengahadapi persaingan yang kurang sehat dari lawan bisnis Anda sampai pada bagaimana mengatasi kebosanan yang pasti akan timbul disaat Anda menjalankan bisnis fotografi ini

4. Pemasaran

Pemasaran adalah bagaimana Anda mengenalkan bisnis fotografi Anda pada khalayak ramai. Dengan pemasaran yang jitu maka bisnis Anda akan cepat berkembang. Contoh pemasaran yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat promosi (iklan, selebaran, sosial media dan semacamnya), menjalin kerjasama dengan pihak lain (Wedding Organizer, pihak sekolah atau kantor untuk pembuatan pas foto dan lain sebagainya), membuat kartu nama dan banyak lagi. Sistem pemasaran haruslah juga dilandasi dengan kualitas fotografi yang memuaskan. Dengan memberikan karya foto terbaik kepada konsumen, secara otomatis Anda sudah membuat promosi handal dalam bisnis fotografi Anda, sebab sampai saat ini promosi dari mulut kemulut masih menjadi poin penting  dalam strategi pemasaran

5. Biaya dan Harga

Terlepas dari modal awal, hitunglah berapa biaya bulanan yang harus Anda keluarkan. Biaya ini mencakup biaya cetak, biaya sewa (jika ada), biaya listrik, beli album, bingkai foto dan sejenisnya. Setelah itu ketahui juga berapa harga jual foto yang berlaku didaerah Anda, seperti biaya pas foto berapa, paket wedding dan lainnya. Dengan begitu Anda akan mempunyai target penghasilan minimal yang harus Anda capai tiap bulannya

Rincian diatas mungkin hanyalah beberapa poin kecil yang harus Anda persiapkan untuk memulai bisnis fotografi. Anda bisa menambahkan beberapa poin lagi untuk memantapkan bisnis fotografi Anda nantinya.

Oke, sekarang kita sudah mengetahui apa-apa yang harus dipersiapkan sebelum memulai bisnis fotografi. Namun sebelum kita bicara tentang teknik fotografi, mungkin ada baiknya kita lihat dulu bagaimana membangun jiwa usaha dalam bisnis fotografi. Untuk itu silahkan Anda klik tautan dibawah ini :

Menumbuhkan jiwa bisnis dalam Fotografi

Atau mungkin Anda juga berminat :
Jenis-jenis Fotografi yang bisa mendatangkan uang

Kenapa Tarif Fotografer Itu Mahal


Anda pasti pernah menyewa jasa seorang fotografer, atau paling tidak Anda pernah melihat brosur harga foto yang ditawarkan seorang fotografer untuk mendokumentasikan sebuah acara/event. Harganya sangat fantastis, bisa ratusan ribu, jutaan bahkan bisa sampai puluhan juta rupiah untuk satu kali event, tergantung paket yang ditawarkan.

Mungkin masalah harga bisa "dinomor-duakan" bagi Anda yang bisa menghargai sebuah karya seni. Namun untuk sebagian orang ada juga yang mempertanyakan,"Kenapa tarif fotografernya mahal amat? Padahal kemaren saya cetak foto ukuran segini cuman beberapa ribu rupiah saja, ini kok harganya bisa 20x lipat"  Hmmm...

Jika kita hanya melihat dari kisaran harga cetak foto, kita pasti juga akan beranggapan seperti pernyataan diatas. Namun dibalik itu semua, tentu sang fotografer mempunyai alasan tersendiri kenapa jasa fotografi mereka memang layak untuk dihargai.

Dibawah ini, saya akan ungkapkan 3 poin dasar kenapa harga fotografer itu tidak  murah. Jika Anda punya pernyataan lainnya untuk ditambahkan, silahkan isi sendiri pada kolom komentar.

1. Alat dan Perlengkapan Fotografi

Coba perhatikan apa saja peralatan yang dipakai seorang fotografer dalam mendokumentasikan sebuah acara. Yang jadi sorotan pertama tentu saja apa yang ada ditangan sang fotografer, kamera plus lensa kemudian ada flash yang bertengger diatas body kamera. Setelah itu, perlengkapan lainnya adalah soft box, triger, tripod, reflektor dan lain sebagainya. Belum lagi komputer, printer, sewa tempat untuk studio dan lain sebagainya.

Kesemua itu tentu  mempunyai umur atau batas waktu dalam pemakaiannya. Sebut saja kamera, pada kamera DSLR ada yang disebut dengan Shutter Count atau jumlah berapa kali kamera telah melakukan pemotretan. Shutter Count tiap kamera memiliki batas maksimal, jika melebihi batasan ini maka kamera tidak akan bisa beroperasi. Untuk biaya perbaikannya bisa mencapai setengah dari harga kamera itu sendiri.

2. Seni dan Kreatifitas

Setiap fotografer dituntut untuk memiliki jiwa seni dan kreatifitas yang tinggi untuk menghasilkan sebuah foto. Settingan kamera, sudut pengambilan, peralatan yang dibutuhkan sampai pada warna cahayapun mereka kuasai. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela menghabiskan uang jutaan rupiah untuk membeli buku dan mengikuti sekolah fotografi agar bisa menghasilkan foto yang lebih maksimal.

3. Waktu dan Tenaga

Jika Anda menyewa jasa fotografer untuk meliput momen penting Anda, maka biasanya fotografer akan datang lebih awal dari waktu yang telah dijanjikan. Kemudian mempelajari kondisi tempat pemotretan, memasang alat, melakukan settingan kamera dan mengambil beberapa jepretan untuk melihat bagaimana hasil foto nantinya. Atau pernahkah Anda tahu, ketika Anda menyewa jasa fotografer untuk melakukan foto prewedding disuatu tempat, maka satu atau dua hari sebelum jadwal yang dijanjikan sang fotografer sudah mengunjungi tempat tersebut. Kenapa? tentu saja agar bisa menghasilkan foto terbaik yang akan diperlihatkan pada klien mereka.

Setelah pemotretan dilakukan, fotografer masih harus duduk didepan komputer untuk melakukan pengeditan, kemudian setelah selesai pergi ke labor untuk melakukan pencetakan. Mungkin bisa dibilang kalau jam standar bekerja yang ditetapkan pemerintah tidak berlaku bagi fotografer :)

Nah, sekarang masuk akalkan? kenapa tarif fotografer itu mahal? Mulai sekarang mari kita coba hargai fotografer lebih baik lagi. Fotografi tidaklah semudah dan semurah yang kita pikirkan dan fotografer adalah orang yang akan mengabadikan momen penting Anda seumur hidup. Satu kalimat pujian dari Anda tentang hasil kerja mereka akan membuat hati mereka berbunga dan hidung mereka mengembang. Coba aja... hehe

Nb. Bagi Anda Fotografer murahan(yang bersaing dengan harga murah), saya cuma mau mendo'akan semoga Anda cepat sadar karena sudah menjatuhkan harga nama seorang Fotografer. 

REFINE EDGE DAN PENGATURANNYA

Refine Edge adalah pengaturan lanjutan yang disediakan Photoshop untuk mengatur atau menyempurnakan hasil seleksi yang telah dibuat sebelumnya dengan Selection Tool (Magic Wand Tool, Lasso Tool dan sejenisnya). Refine Edge ini akan terasa sangat membantu ketika kita menyeleksi objek yang cukup detail pada sebuah foto, seperti menyeleksi helaian rambut, bulu dan sebagainya.

Dengan Refine edge ini kita dapat mengatur tingkat kontras, kehalusan tepian seleksi, mengurangi atau menambah ukuran seleksi dan kita juga bisa menentukan output dari pengaturan yang telah dibuat, apakah berbentuk masking atau tetap dalam bentuk garis-garis seleksi.

Untuk mengaktifkannya dapat dilakukan dengan klik kanan pada daerah seleksi kemudian pilih Refine Edge. Setelah itu Anda akan dibawa pada jendela baru seperti pada gambar berikut :


  • View Mode. Anda dapat memilih tampilan yang diinginkan untuk memudahkan Anda dalam bekerja. Terdapat beberapa pilihan pada view mode ini, Marching Ants (memperlihatkan garis-garis seleksi), Overlay (tampilan diluar seleksi akan di overlay), On black (tampilan diluar seleksi berwarna hitam), On white (tampilan diluar seleksi akan berwarna putih), Black&White (Tampilan akan terdiri dari 2 warna, hitam dan putih), On layer (hanya hasil seleksi yang terlihat) dan Reveal layer (hasil yang ditampilkan adalah hasil seleksi dan layer aktif)

  • Show Radius. Ini akan menampilkan batas-batas seleksi yang telah dikerjakan dengan refine edge

  • Show Original. Menampilkan seleksi asli yang telah dibuat sebelumnya

  • Smart Radius. Dengan mengaktifkan fitur ini maka Photoshop akan bekerja secara otomatis untuk menentukan area tepi seleksi yang "menurutnya" paling baik. Jika Anda melakukan seleksi pada tepian yang beragam, seperti pada seleksi ganti background dan rambut sekaligus, maka fitur ini mungkin akan sangat membantu. Namun jika Anda hanya melakukan seleksi pada satu bagian tertentu saja, mungkin fitur ini kurang bisa diandalkan. Tentu saja itu semua kembali pada Anda. Silahkan Anda lihat perbedaannya pada foto Anda sambil memainkan slider radius yang ada dibawah fitur ini

  • Radius. Untuk menentukan luas area seleksi yang ingin Anda perbaiki. Dengan menggeser slider ke kanan maka akan meningkatkan area seleksi dengan transisi yang lembut atau dengan banyak detail. Fitur ini dihitung dalam pixel. Misalkan radius diberi nilai 15 px, maka Photoshop akan mengambil detail gambar pada sekeliling seleksi yang telah dibuat sebelumnya sebanyak 15 pixel. Detail gambar yang diambil tersebut juga dipengaruhi oleh nilai Adjust Edge yang berada dibawahnya

  • Smooth. Digunakan untuk memperhalus tepian seleksi. Bisa juga dikatakan fitur ini adalah untuk memperhalus garis seleksi dengan sudut yang tajam. Sebagai contoh, jika seleksi Anda berupa persegi maka dengan menggeser slider Smooth maka keempat sudut pada hasil seleksi akan dibuat melingkar

  • Feather. Berfungsi untuk memberi efek blur pada tepian foto yang diseleksi. Dengan adanya efek blur ini maka akan memberikan efek soft pada tepian gambar yang telah diseleksi. Namun Anda juga harus berhati-hati dalam memberikan nilai feather ini, pemberian angka yang besar bisa menghilangkan detail pada tepian foto Anda (tergantung resolusi dan ukuran foto)

  • Contrast. Fitur ini akan mengurangi sedikit dari seleksi yang Anda buat sehingga akan mendapatkan efek yang tajam

  • Shift Edge. Untuk menambah atau mengurangi ukuran seleksi Anda. Pemberian sedikit nilai negatif akan sangat efektif untuk mengurangi warna latar belakang yang tidak diinginkan pada tepian seleksi

  • Decontaminate Colors. Dengan mengaktifkan fitur ini, maka warna yang berada pada tepian seleksi bagian luar (yang tidak diseleksi) akan berubah sesuai dengan warna tepian seleksi bagian dalam (yang telah diseleksi). Biasanya karena perubahan angka-angka pada Adjust Edge (Smooth, feather dan Contrast), akan berdampak pada tepian area yang tidak diseleksi. Maka dengan fitur ini bagian yang tidak diinginkan tesebut bisa dihilangkan. Akan sangat membantu untuk seleksi penggantian background foto. Dengan aktifnya fitur ini pilihan pada Output to juga akan berubah ke New Layer

  • Amount. Berfungsi untuk mengatur tingkat Decontaminate Colors

  • Output to. Silahkan pilih output yang Anda inginkan, apakah ingin berbentuk seleksi (selection), layer mask, memindahkannya kedalam layer baru (New layer) dan sebagainya

  • Refine Radius Tool. Cara kerjanya adalah dengan menyapukan Brush ke tepian seleksi, sehingga akan menampakkan atau menambah detail pada tepian seleksi. Ukuran brush dapat di atur di sudut kiri atas (option bar)

  • Erase Refinements Tool. Untuk mengaktifkannya klik kanan pada refine radius tool. Fungsinya adalah untuk menghapus refine radius yang telah dibuat

CARA MEMBUAT FOTO HITAM PUTIH (BW)

Merubah foto warna menjadi hitam putih


Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat foto hitam putih di Photoshop. Bisa dengan cara convert langsung ke grayscale ataupun dengan membuat sebuah layer baru, kemudian mengubahnya menjadi hitam putih.

Dibawah ini, kita akan bahas beberapa cara yang paling umum dilakukan untuk mengubah foto warna menjadi hitam putih dengan Photoshop :

1. Dengan Convert langsung ke Grayscale


Image> Mode> Grayscale


Dengan convert langsung ke grayscale ini maka semua layer yang terdapat pada palette layer akan ikut atau berubah jadi hitam putih.

2. Desaturate


Image> Adjustments> Desaturate


Hampir sama dengan grayscale diatas, hanya saja dengan desaturate ini maka hanya layer aktif yang akan berubah menjadi hitam putih

3. Menggunakan Hue/Saturation

Image> Adjustments> Hue/Saturation, kemudian ubah nilai saturation menjadi  -100


Saturation adalah tingkat kepekatan warna pada foto. Jadi geser slider ke angka  -100 untuk merubah foto Anda menjadi hitam putih

4. Menggunakan Black & White

Image> Adjustments> Black & White


Dengan metode ini, Anda bisa menaikkan tingkat kecerahan suatu warna pada foto

5. Gradient Map

Tekan D pada keyboard> Image> Adjustments> Gradient Map


Dengan Gradient Map ini maka nilai gelap dan terang pada foto akan dipertahankan. Daerah yang gelap menjadi hitam atau abu-abu pekat dan daerah yang lebih cerah akan menjadi abu-abu atau putih. Mode Gradient Map ini sering digunakan untuk merubah pas foto warna menjadi pas foto hitam putih


Oke, saya kira itulah beberapa cara yang paling banyak dilakukan untuk merubah sebuah foto warna menjadi foto hitam putih. Semoga Bermanfaat...